Kamis, 06 Januari 2022

Bagaimana Menjadi guru yang bergairah

Oleh : Kak Pujianto Spd


Apa kababar para pahlawan bangsa, harapan kak pujianto semua dalam keadaan baik dan selalu sehat ya.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah  harus menyenangkan, seperti yang di bahas di artikel sebelumnya dengan judul " MENJADI GURU YANG MENYENANGKAN". ketika kelasnya menyenngkan maka akan mempengaruhi minat para murid yang akan menjadi dampak kepada peningkatan prestasinya. 

Bagaimana agar kegiatan belajar menyenangkan?  salah satu kuncinya ada pada diri para guru di sekolah tersebut, setiap guru harus selalu bergairah ingat selengkap apapun fasilitas, secanggih apapun dan semodern apapun peralatan di sekolah ketika guru di sekolah tersebut tidak ada gairah maka kegiatan belajar dan mengajar  tidak akan menyenangkan.

Jangan jadi guru yang loyo, jangan jadi guru yang mudah menyerah, cemberutan bahkan tidak ada gairah, mukanya asem bahkan judesnya minta ampun, kenapa? karena akan sangat mempengaruhi keadaan para muridnya.

Bagaimana agar kita tetap bergairah;

1. Miliki paradikma yang benar tentang  tentang guru, menjadi guru adalah sebuah pengabdian, pengabdian kepada bangsa dan negara, guru adalah salah satu profesi yang mulia, tidak semua orang mampu dan punya kesempatan menjadi guru oleh karna itu miliki paradigma yang benar.

2. Miliki visi yang benar, pada undang-undang nomer 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, disana di katakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar. ketika visi kita benar maka kita akan bergairah.

3. Pandang murid anda sebagai anak-anak yang di percayakan Tuhan untuk anda didik dan milikilah tanggung jawab yang di percayakan Tuhan, dan impikan murid anda akan menjadi orang yang berguna lewat didikan anda.





Senin, 02 Maret 2020

BALLON TWIS / BALLON ANIMAL

BERSAMA NARASUMBER : KAK PUJIANTO

Himpaudi Se kota Jakarta timur berkumpul untuk bersama-sama berlatih membuat alat peraga, alat peraga kali ini menggunakan ballon twis atau di indonesia dulu terkenal dengan ballon megic atau balloning. peralatanya simple dan mudah di dapat.

Peserta yang sebagian adalah kaum hawa ini sangat antusias terlihat dari keseriusan mereka, waktu 2,5 jam yang di berikan ternyata nambah menjadi 3 jam lantaran banyak ibu ibu yang tertarik membentuk beraneka macam binatang.













Kak Pujianto bersama ketua himpaudi kota jakarta timur mendampingi para ketua himpaudi tinggkat kabupaten berfoto setelah menjadi narasumber di seminar dan workshop kreatif dengan ballon atau ballontwis

APA ITU CERITA DAN DONGENG

oleh : Kak Pujianto SPd

Pengertian Cerita, 
Dongeng dan Metode Bercerita

Cerita adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berasal dari kejadian nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi).

Kata Dongeng berarti cerita rekaan/tidak nyata/fiksi, seperti: fabel (binatang dan benda mati), sage (cerita petualangan), hikayat (cerita rakyat), legenda (asal usul), mythe (dewa-dewi, peri, roh halus), ephos (cerita besar; Mahabharata, Ramayana, saur sepuh, tutr tinular). Jadi kesimpulannya adalah “Dongeng adalah cerita, namun cerita belum tentu dongeng”.

Metode Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan antara bercerita dengan metode penyampaian cerita lain adalah lebih menonjol aspek teknis penceritaan lainnya. Sebagaimana phantomin yang lebih menonjolkan gerak dan mimik, operet yang lebih menonjolkan musik dan nyanyian, puisi dan deklamasi yang lebih menonjolkan syair, sandiwara yang lebih menonjol pada permainan peran oleh para pelakunya, atau monolog (teater tunggal) yang mengoptimalkan semuanya. Jadi tegasnya metode bercerita lebih menonjolkan penuturan lisan materi cerita dibandingkan aspek teknis yang lainnya.


Kamis, 31 Oktober 2019

CARA MEMBUAT PROSES BELAJAR YANG MENYENANGKAN

Oleh : Kak Pujianto S.Pd

Bagaimana sih agar kegiatan belajar menjadi proses yang menyenangkan bagi ke duabelah pihak tentunya pihak yang di ajar dan yang mengajar? mudah kok, bagaimana caranya? caranya sangat mudah karena sebagian teman-teman guru sebenarnya bisa melakukannya dan caranya bukan cara yang membutuhkan kursus atau wokshop yang berhari hari, lalu bagaimana?

1. Jadilah guru yang bergairah
Jangan jadi gur yang loyo, kenapa banyak guru loyo bahkan terlihat sangat lelah, mukanya cemberut dan jauh dari gaerah. Guru yang tidak bergaerah akan membuat kelas tidak menyenangkan, ingat keceriaan anak-anak itu di pengaruhi oleh guru yang bergaerah.

2. Guru harus berfikir positif
Jangan mudah berfikir negatif, tapi berfikir positif, kalau pikiran kita positif maka biasanya apa yang kita kerjakan akan menghasilkan yang positif, pandang anak-anak dengan positif, pandang rekan guru di sekolah kita dengan positif, jangan mudah berprasangka buruk dengan orang lain termasuk dengan anak-anak didik kita



3. Hargai setiap proses anak didik kita
Dalam mengajar kita juga harus menghargai proses tidak semata hasil. Seringkali guru menilai dan menghargai murid dari hasil akhir saja. Sementara proses yang dijalani siswa selama menjalani proses belajarnya jarang di apresiasi.


4. Kuasai suasana kelas
Dalam faktanya keberhasilan didalam kelas sangatlah dipengaruhi bagaimana kemampuan guru untuk mampu mengalihkan situasi dari yang membosankan , membuat ngantuk, menjenuhkan dan tegang menjadi relaks, bersemangat, tidak membuat mengantuk, serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau melihat orang yang berbicara di depan kelas atau di ruang pertemuan. Dan itulah peran yang dilakukan oleh konsep Ice breaker.

5. Jadilah Huru yang Kreatif
Memahami dan menguasai Ice Breaker dalam mengajar, akan mampu membuat kita jadi guru dan pendidik yang kreatif dan menyenangkan dimata murid-muridnya. Mampu membangkitkan gairah belajar dan memberikan kesan yang menyenangkan ketika belajar.

Tips di atas hanyalah sebagian cara agar kelas menyenangkan, namun masih banyak pembahasan lainya.
Kalau mau dapat artikel atau Tips tips lainya silahkan sertakan email bapak dan ibu dan kirim melalui WA. 0812 8641 0808 Gratis !

GURU ANTI MENGELUH

Mengajar dengan Hati
Jadilah guru yang mendidik, bukan hanya pandai mengajar tetapi harus cakap mendidik muridnya, didik anak bukan hanya cerdas akademisnya tetapi yang lebih penting adalah cerdas karakternya. 

Jadilah guru masa kini, guru yang bukan hanya mau di dengar tetapi juga mau mendengarkan kesulitan yang dihadapi oleh muridnya, karena inilah sebenarnya Prinsip dasar yang tidak boleh dilupakan. menjadi guru masa kini memang harus totalitas, harus dengan hati.


Guru adalah Seorang Pemimpin

Seorang guru adalahseorang pemimpin. Yang cara berpikir, sikap mental dan prilakunya yang tercermin dalam keseharian di depan dan diluar kelas, menjadi contoh teladan bagi anak anak yang berada diasuhnya.Seorang yang tidak dapat memimpin dirisendiri, mustahil akan dapat menjadi seorang guru yang baik.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar saling mengingatkan, bahwa seorang guru, adalah sosok yang seharus patut ditiru ,prilakunya.Beruntung masih cukup banyak guru  yang patut menjadi teladan ,namum masih cukup banyak yang berdiri sebagai pengajar. Semoga kedepan setiap sosok yang berdiri mengajar di depan kelas adalah seorang guru.

BAGAIMANA MENGAJARKAN CALISTUNG PADA ANAK USIA DINI

PAUD/TK adalah masa pra- sekolah bukan sekolah yang sebenarnya. anak baru latihan sekolah, agar nanti pada saatnya sekolah yang sebenarnya tidak kaget, anak baru latihan bangun pagi, latihan belajar termasuk kegiatan belajar membaca, Menulis dan berhitung. jangan paksakan anak untuk cepat bisa menulis, membaca dan menghitung.

Anak baru mengenal hufuf belum belajar membaca, baru mengenal angka dan mulai belajar berhitung bukan belajar matematika, jadi tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, tidak boleh di paksa untuk menghitung  menjumlahan, perkalian seperti anak yang sudah masuk di sekolah dasar. anak yang di paksa di pra sekolah maka dalam tingkat SD kelas 3-4 biasanya anak sudah mulai bosen, dari bosen membaca, stress dan tidak sedikit membrontak, males bangun pagi, males belajar dan males datang ke sekolah, sekolah akan menjadi kegiatan yang menyebalkan.

Guru PAUD harus bisa menemukan metode-metode dalam kegiatan belajar misalnya metode cara membaca dan berhitung. 

Carilah metode-metode yang kreatif untuk mengajar CALISTUNG pada anak usia dini agar anak akan merasa senang .


BAGAIMANA MENGAJAR KAN CALISTUNG 
PADA ANAK USIA DINI 


1. Lewat permainan, tebak huruf, tebak angka, tebak warna, tebak
      bentu, lomba cari huruf dan angka, kumpulkan balok angka, 
    menyusun angka dan huruf, tendang angka dan huruf dan 
    lain-lain yang intinya anak-anak akan mengenal berbagai angka 
    dan huruf.

2. Tebalkan Hufuf dan angka 

     Buatlah hufuf dengan garis yang tipis, kemudian suruhlah anak 
     untuk menebalkan dan menyebutkan huruf/angka apakah itu, 
     ulangi terus menerus.

3. Melihat suku kata bukan di eja, misalnya kuda, bukan di eja
            K-U = KU dan D-A = DA bukan seperti itu tapi, KU dan DA 
    kuda berikan gambarnya KU dan DA menjadi KUDA


4. Lengkapi huruf yang hilang, misalnya KU_A atau AN_SA dan
    lain lain. mulailah dari satu huruf, besok dua huruf dan 
    seterusnya sampai dengan satu suku kata, dan tetap sertakan   
    gambarnya

5. Tempelkan huruf, angka dengan warna bentuk yang cocok, atau  
     cocokan suku kata dengan gambar yang cocok.

6. Hitunglah benda di sekitar anak

    (Selanjutnya bisa buat kegiatan Outbound Kalistung)

PENTINGNYA ALAT PERAGA BAGI AUD

Oleh : Kak Pujianto
Alat peraga sangatlah di butuhkan dan merupakan komponen paling penting untuk mengajar di kelas anak usia dini. surve pendidikan menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga dalam kegiatan mengajar akan membantu daya ingat dan pemahaman diatas 50% (persen) sedangkan tanpa alat peraga anak hanya mampu mengingat dan memahami apa yang di sampaikan hanya 20% ( persen ) selain itu alat peraga juga membatu menarik perhatian anak, membuat antusia anak dalam mengikuti kegiatan belajar.

Bagaimana agar alat peraga efektif di gunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar? tentunya alat peraga yang memenuhi syarat-syarat tertentu. karena tidak semua alat peraga cocok digunakan, nah mari kita lihat persyaratan APE atau alat peraga yang digunakan.

PERSYARATAN APE UNTUK PROSES PEMBELAJARAN   
DI TK/PAUD :

1.Mengandung nilai pendidikan
cocok di setiap tema pendidikan, sesuai dengan tema pembahasan dalam pembelajaran, jangan
memaksakan menggunakan APE kalau memang tidak ada hubunganya.

Selasa, 29 Oktober 2019

GURU HARUS PANDAI BERCERITA DI DEPAN ANAK-ANAK

Pernahkah anda membaca atau mendengar sebuah ungkapan ” Seorang Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Bercerita bagi guru adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki atau di kuasai.

Bercerita bagi guru adalah sebuah cara atau metode yang efektif untuk menyampaikan pesan atau menularkan sebuah pengetahuan bagi anak-anak atau murid dan akan diterimanya dengan senang hati.

Dibutuhkan banyak cerita-cerita yang khusus ditunjukan untuk anak usia dini yang ditulis dari para praktisi pendidikan tersebut atau para penulis cerita yang kompeten di bidangnya agar cerita yang disampaikan mengena pada sasaran bahkan seharusnya cerita yang dibuat secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran pada pendidikan AUD yang berlaku, karena pada kenyataanya jarang sekali ditemukan panduan-panduan praktis tersebut padahal pedoman-pedoman tersebut sangatlah dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara.

Tidak bisa kita pungkiri Pada umumnya banyak guru AUD yang masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita, teknik bercerita dan tips-tips efektif dalam bercerita. padahal pendidikan anak usia dini sangatlah identik dengan cerita/mendongeng, anak usia dini sangatlah menggemari cerita atau dongeng, bagi pendidikan anak usia dini cerita/dongeng sangatlah efektif untuk mengajar dan memberikan pesan karakter. Mengapa demikian, dengan metode cerita maka yang pertama pesan akan lebih berkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Seperti contoh cerita-cerita yang kita dengar dimasa kecil masih bisa kita ingat secara utuh sampai kita dewasa. Kedua, melalui cerita manusia diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui.

Molai sekarang belajarlah dan lengkapi diri dengan berbagai tips-tips bercerita

Oleh : Kak Pujianto

Bagaimana Menjadi guru yang bergairah

Oleh : Kak Pujianto Spd Apa kababar para pahlawan bangsa, harapan kak pujianto semua dalam keadaan baik dan selalu sehat ya. Kegiatan belaja...